DAKWAH ADALAH NIKMAT

 


๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฅ๐Ÿชด๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฅ


DAKWAH ADALAH NIKMAT


@ Wildan Hakim


ุงู„ุญูŠุงุฉ ููŠ ุธู„ุงู„ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ู†ุนู…ุฉ.


"Hidup dalam naungan dakwah adalah nikmat."


ู†ุนู…ุฉٌ ู„ุง ุชُุดุชุฑู‰ ุจู…ุงู„، ูˆู„ุง ุชُูˆุฑَّุซ ุจุงู„ุฏู…، ูˆู„ุง ุชُู†ุงู„ ุจูƒุซุฑุฉ 

ุงู„ูƒู„ุงู……


"Nikmat yang tidak bisa dibeli dengan uang, tidak diwariskan lewat darah/keturunan, dan tidak diraih dengan banyaknya kata-kata…"


ุฅู†ู…ุง ุชُู†ุงู„ ุจุงู„ุตุญุจุฉ، ูˆุจุงู„ุตุฏู‚، ูˆุจุงู„ุจู„ุงุก، ูˆุจุงู„ุซุจุงุช.


"Ia hanya diraih dengan kebersamaan/ukhuwah, kejujuran, ujian, dan keteguhan."


ุงู„ุญูŠุงุฉ ู…ุน ุงู„ุฏุนูˆุฉ… ู„ุฐّุฉ ู„ุง ูŠูู‡ู…ู‡ุง ุงู„ู…ุชูุฑّุฌูˆู†


"Hidup bersama dakwah… adalah kenikmatan yang tidak dipahami oleh para penonton."


Hidup bersama dakwah itu bukan sekadar aktivitas, bukan jadwal rapat, bukan daftar amanah. Hidup bersama dakwah itu adalah cara Allah memuliakan seorang hamba:


ุฃู† ูŠุฌุนู„ูƒ ู…ู† ุญู…ู„ุฉ ุงู„ู†ูˆุฑ… ููŠ ุฒู…ู†ٍ ูƒุซุฑุช ููŠู‡ ุงู„ุธู„ู…ุงุช.


"Yakni menjadikanmu termasuk para pembawa cahaya… di zaman yang kegelapannya kian banyak."


Karena dakwah bukan “beban tambahan” di atas hidup, melainkan makna hidup itu sendiri.


ู…ู† ุฐุงู‚ ุนุฑู.


"Barangsiapa telah merasakan, maka ia akan mengerti."


Yang pernah merasakan menangis dalam sujud setelah letih seharian melayani umat... yang pernah merasakan hati bergetar ketika ayat Qur’an turun ke realitas…

yang pernah merasakan tenang walau dunia menekan… itulah yang paham:


ุงู„ุฏุนูˆุฉ ู†ุนู…ุฉ.


"Dakwah itu adalah nikmat."


Nikmatnya bukan pada ringannya jalan, tapi pada tingginya tujuan. 


Orang-orang di luar barisan sering mengira: “Dakwah itu berat, menyita waktu, melelahkan.”


Benar… ia melelahkan jasad.


ู„ูƒู†ู‡ุง ุชُู†ุนุด ุงู„ุฑูˆุญ.


"Namun ia menyegarkan/menghidupkan ruh."


Dakwah membuat tubuh letih, namun membuat hati hidup.


Karena nikmat dakwah bukan berarti tanpa ujian, tetapi ujian itu sendiri berubah menjadi karunia: ujian yang membersihkan niat, menjernihkan langkah, mengangkat derajat, dan membuat kita kembali ke Allah… lebih jujur.


Hidup bersama dakwah itu keberkahan umur. Ada umur yang panjang tapi kosong. Ada aktivitas yang ramai tapi tidak bernilai.


Namun ketika seseorang hidup bersama dakwah: waktunya sedikit… tapi penuh makna, langkahnya kecil… tapi berjejak di langit, amalnya sederhana… tapi diterima sebagai persembahan.


Dakwah itu yang membuat umur “naik kelas”: dari sekadar hidup… menjadi menghidupkan. dari sekadar selamat... menjadi menyelamatkan.


Hidup bersama dakwah itu kenikmatan iman yang paling halus. Kenikmatannya tidak selalu terdengar oleh telinga, tapi terasa jelas di kedalaman hati:


Ketika engkau memberi, lalu Allah menambah tentangmu. Ketika engkau ditolak, lalu Allah menguatkan Tawakal mu. Ketika engkau jatuh, lalu Allah mengirimkan saudaramu mengangkatmu. Ketika engkau lemah, lalu Allah meniupkan ruh baru dalam tarbiyah.


Maka engkau pun tahu:

yang menyenangkan bukan tepuk tangan manusia, tetapi tatapan ridha Allah yang engkau rasakan diam-diam.


Dakwah itu kenikmatan karena ia menumbuhkan “kita”, bukan “aku”. Di dunia yang membesarkan ego, dakwah melahirkan jiwa yang luas.


Kau belajar mencintai tanpa syarat, mengalah tanpa hina, disiplin tanpa pamer, tunduk tanpa kehilangan kehormatan.


Kau menemukan saudara yang bukan sekadar teman, melainkan bahu tempat iman bersandar.


Dan itulah nikmat yang sulit dijelaskan: nikmat berjamaah. Nikmat menjadi bagian dari barisan yang bergerak menuju Allah.


๐ŸJangan menukar nikmat ini dengan kenyamanan semu


Wahai para pejuang dakwah… jangan biarkan dunia menipu kita, seolah-olah kebahagiaan itu hanya ada pada istirahat panjang dan hidup tanpa beban.


Karena banyak orang “istirahat”, tapi hatinya gelisah. Banyak orang “bebas”, tapi jiwanya terikat. Banyak orang “senang”, tapi kosong.


Sedangkan engkau…

walau lelah, engkau tahu arah. walau sempit, engkau punya tujuan. walau ditinggalkan, engkau tidak sendirian: Allah bersamamu.


๐ŸPenutup


Meminjam diksinya pemilik  Adzhilal ; 


ุงู„ุญูŠุงุฉ ููŠ ุธู„ุงู„ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ู†ุนู…ุฉ.


"Hidup dalam naungan dakwah adalah nikmat."


ู†ุนู…ุฉ ู„ุง ูŠุนุฑูู‡ุง ุฅู„ุง ู…ู† ุฐุงู‚ู‡ุง.


"Nikmat yang tidak akan dikenal kecuali oleh orang yang pernah merasakannya."


ู†ุนู…ุฉ ุชุฑูุน ุงู„ุนู…ุฑ ูˆุชุจุงุฑูƒู‡ ูˆุชุฒูƒูŠู‡.


"Nikmat yang mengangkat nilai umur, memberkahinya, dan menyucikannya."


Maka genggamlah dakwah ini seperti engkau menggenggam hidupmu:

- dengan syukur,

- dengan kesungguhan,

- dengan kesetiaan,

- dan dengan keyakinan bahwa setiap langkah di jalan ini… bukan sekadar berjalan—tapi sedang menuju surga.


.....

Di Pembaringan 'Uzlah

Alfaqier Ilaa 'Afwi Rabbih

Komentar